Tiga Santriwati Ponpes Assunah Tewas Tenggelam di Curup Way Kawat


 

Tiga Santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Assunah Kampung Bumi Baru, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan meninggal akibat tenggelam di Curup Way Kawat, Kamis, 22 Juli 2021.

Kapolsek Blambangan Umpu Kompol Edi Saputra, menerangkan kronologis kejadian. Menurutnya, pada Kamis, 22 Juli 2021, sekitar pukul 08.20 WIB, 13 santriwati Ponpes Assunah Kampung Bumibaru, datang ke Curup Way Kawat, Kampung Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu, dengan menggunakan mobil kijang warna merah nomor polisi BE 1536 WY yang dikemudikan oleh Zainul Fikar.

Tiba di Curup, 13 santriwati tersebut turun ke bawah curup untuk berenang. Zainul Fikar sempat memberi arahan agar tidak berenang ke tengah curup. Setelah memberi arahan tersebut, Zainul Fikar pergi ke mobil yang berjarak sekitar 3 meter dari tempat permandian.

Tidak lama, ada santriwati yang memberitahukan ada santriwati tenggelam. Kemudian Zainul bersama Dirman, pendamping santriwati lainnya, langsung turun ke air untuk menolong dan berhasil memegang satu santriwati bernama Sofiyyah Ash Sholimah.

Selanjutnya, Sofiyyah berhasil ditarik ke atas sehingga Sofiyyah dapat diselamatkan. Setelah itu, Dirman mendapatkan cerita dari santriwati lainnya bahwa masih ada tiga orang lainnya di dalam air. Kemudian, Dirman meminta bantuan kepada warga sekitar.

Sebanyak tujuh warga datang ke lokasi untuk membantu pencarian tiga korban yang masih di dalam air  dengan cara menyelam. Setelah beberapa menit, ketiga korban ditemukan di dasar curup. Mereka membawa ketiga korban dan satu korban yang berhasil diselamatkan ke klinik Ramik Ragom.

"Setelah dibawa ke klinik, tiga korban yang tenggelam dinyatakan meninggal dan satu korban lainnya selamat,"  kata Kompol Edi di Mapolsek.

Untuk identitas tiga korban yang dinyatakan telah meninggal dunia Tsuroyya (16) santriwati asal Kampung Bumibaru, Kecamatan Blambanganumpu, Kabupaten Way Kanan; Hanisah Al Atsariyah (15) santriwati asal Seputihraya, Kabupaten Lampung Tengah; dan Aulia Ramadhani (14) santriwati asal Tanjungmakmur, Kecamatan Sinarpeninjauan, Kabupaten OKU, Provinsi Sumatera Selatan.
.



Himbauan